Jumat, 26 Maret 2010

9 Keunggulan Windows 7


Microsoft telah mengklaim bahwa Windows adalah sebuah operating system yang dirancang sesuai dengan selera pengguna yang menginginkan komputer yang simpel dan nyaman, namun dapat bekerja dengan cepat, ringan, tidak repot,sedikit mengklik, mudah digunakan dan tidak rumit.

Berikut ini 9 keunggulan Windows 7 yang diklaim oleh bos baru Microsoft pengganti Bill Gates, Steve Ballmer :

1. Menemukan File Dengan Cepat

* Untuk menemukan file tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Caranya tinggal klik pada menu start dan ketik di dalam kotak pencarian apa saja yang akan dicari. Setelah terbuka, pilih apa yang anda inginkan dan dengan cepat akan terwujud.

2. Melihat Seluruh Jendela Dengan Mudah

* Pada saat banyak jendela terbuka, kadang kita bingung nama atau isinya. Windows 7 membantu anda menengoknya dengan mudah dengan hanya mengintip dari taskbar. Caranya dengan melayang-layankan kursor di atas ikon dari jendela terbuka. Bakal terlihat nama ikon dan program tersebut. Layangkan lagi di atas preview untuk melihat keseluruhan layar. Klik untuk menghubungkannya deangan jendela yang anda ingin lihat.

3. Mengintip Diam-Diam Desktop Anda

* Sering kali kita harus menutup jendela satu per satu untuk melihat desktop. Fitur Aero Peek membantu anda mengintip desktop tanpa menyentuh jendela. Caranya dengan melayangkan kursor di atas kotak bujur sangkar pada pojok kanan bawah. Klik di atas untuk memperkecil seluruh jendela yang terbuka. Ketika layar desktop terbuka, klik nagi untuk menampilkan kembali.

4. Mencari Apa yang Diinginkan Dengan Sangat Mudah

* Jump List pada Windows 7 membantu anda mencari file, lagu, gambar, atau dokumen lainnya dalam desktop secara cepat. Hal ini mengurangi waktu terbuang anda menemukan dokumen yang kemarin dioperasikan. Fitur ini ada menu start dan taskbar. Dengan 1 klik, anda dapat melihat website yang sering digunakan pada internet explorer 8. Anda dapat menarik dan membuang sebuah file dari Jump List.

5. Membandingkan 2 Jendela Satu Sama Lain

* Fitur Snap membantu kita melihat kembali jendela dengan lebih baik dan memudahkan membandingkan 2 dokumen satu sama lain. Carannya dengan menarik jendela ke satu sisi dari layar. Ketika pointer mouse ke sisi lain, jendela akan snap setengah dari layar. Untuk memperluasnya secara vertical, tarik border ke pinggir layar. Ketika pointer mouse di pinggir, jendela akan snap ke vertical penuh.

6. Satu Klik Dapat Semua

* Dengan fitur pin, anda dapat mengakses taskbar dengan satu klik. Layangkan kursor di atas program favorit dan tarik ke taskbar. Atau klik kanan di atasnya dan pilih “pin” di Taskbar. Program anda akan jadi pin. Untuk membukanya, klik pada ikon Taskbar. Anda dapat membuka pin dengan program lain pada saatnya.

7. Set-up Nirkabel Dengan Mudah

* Dengan Windows 7 set-up nirkabel jauh lebih mudah. Anda dapat menambahkan yang lain, termasuk jaringan printer dan digital media player. Caranya dengan meluncurkan wizard “Add a Device” lalu ketik lokasi pin pada perangkat bergerak.

8. Berselancar di Internet dengan Cepat, Aman dan Mudah

* Internet Explorer 8 membuat penggunaan internet jadi lebih cepat, aman dan mudah. Melalui web slices, anda dapat melacak jejak informasi secara khusus. Ini lebih mudah diikuti ketimbang lelang di eBay atau berita terbaru dari ESPN. Dengan kontak instant search di internet explorer, hasilnya dapat diikuti secara real time. Hasil pencarian juga dilengkapi dengan the SmartScreen, yaitu filter yang melindungi anda dari spam, virus dan lainnya. Sedangkan InPrivate membantu privasi anda menjelajahi dunia maya setelah menutup browser.

9. PERSONALISASI KOMPUTER ANDA

* Dengan Windows 7, Anda tidak terlalu sulit membuat komputer lebih personal. Caranya dengan klik kanan pada desktop kemudian klik personalize untuk memilih dari banyak tema yang menarik atau putar belakang desktop ke dalam slide show foto favorite. Klik Gadgets untuk menambahkan informasi yang sering dibutuhkan pada desktop.

CORE I7 KINI HADIR DI LAPTOP

Bersamaan dengan peresmian hadirnya Core i7 generasi baru dan Core i5 yang ditujukan untuk pengguna di segmen mainstream, Intel merilis pula prosesor terbaru untuk pengguna mobile. Kali ini, produk yang ditawarkan adalah Core i7.

Sebelumnya, prosesor Core i7 yang digunakan pada notebook bukanlah prosesor mobile. Intel tidak menyarankan penggunaan prosesor Core i7 versi desktop di komputer jinjing.


"Kami melihat tren bahwa pengguna saat ini membutuhkan prosesor yang lebih cepat dan cerdas untuk notebooknya", kata Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia Corporation, saat meresmikan hadirnya Core i7, Core i5, dan Core i7 mobile ke pasaran Indonesia.

"Sebagai informasi, menurut riset Gfk di 7 kota besar di Indonesia, sejak Juli 2008, penjualan notebook sudah lebih tinggi persentasenya dibanding penjualan PC desktop", kata Budi.

"Angka itu belum termasuk angka penjualan komputer di sejumlah pameran yang digelar di tanah air. Seperti diketahui, sekitar 90 persen komputer yang terjual di pameran adalah notebook", ucap Budi.

Fakta tersebut semakin meyakinkan Intel bahwa mereka perlu segera menghadirkan prosesor berkinerja tertinggi di pasar notebook.

"Ada tiga varian prosesor yang kami siapkan untuk pengguna yakni Core i7 920XM, 820QM, dan 720QM", ucap Budi.

"Kode XM menandakan bahwa prosesor tersebut merupakan prosesor Extreme Edition untuk Mobile yang memiliki performa tertinggi, adapun kode QM merupakan tanda bahwa prosesor tersebut merupakan prosesor quad core untuk mobile", ucapnya.

Untuk melengkapi prosesor-prosesor mobile tersebut, Budi menyebutkan, Intel telah menyiapkan pula chipset baru.

"Chipset Intel PM55 Express yang memiliki teknologi serupa dengan chipset P55 yang hadir untuk platform desktop kini tersedia untuk pengguna mobile", ucap Budi.
Hadirnya Core i7 baru dan Core i5 menandakan bahwa teknologi Nehalem kini jadi mainstream.

Prosesor-prosesor terbaru ini menawarkan performa lebih tinggi dibanding generasi terdahulu. Selain itu, konsumsi daya juga kini lebih irit dibanding sebelumnya.

"Hadirnya prosesor-prosesor Core i7 800 series dan Core i5 menandakan bahwa teknologi yang dimiliki oleh Nehalem kini hadir untuk pengguna mainstream", kata Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia Corporation, saat peresmian Core i7 dan Core i5 di pasaran Indonesia, 30 Oktober 2009.

"Prosesor-prosesor ini dihadirkan untuk memperluas pilihan bagi pengguna, pasalnya kini industri komputer sudah sangat tersegmentasi. Pengguna perlu memiliki banyak pilihan agar bisa memilih prosesor yang tepat untuknya ",

Menurut Kristupa Saragih, fotografer sekaligus pendiri fotografer.net yang telah menggunakan prosesor Core i7 870, kini ia dapat melakukan batch conversion 100 foto dalam format RAW menjadi JPG atau TIF hanya dalam waktu 5 menit, sebelumnya, proses tersebut membutuhkan waktu antara 12 sampai 14 menit.

Marlin Sugema, seorang desainer animasi juga merasakan manfaat prosesor Core i7 dibandingkan dengan prosesor versi sebelumnya yang ia pakai. "Sebelumnya, komputer yang saya gunakan hanya mampu melakukan render dengan kecepatan 20 menit per frame. Dengan core i7 870, saya hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk menyelesaikan proses rendering sebuah frame film animasi", ucapnya.

Ada tiga prosesor mainstream terbaru yang dihadirkan Intel di Indonesia. Ketiga prosesor tersebut adalah Core i7 870 (dijual di kisaran harga 555 dolar AS), Core i7 860 (dijual di kisaran harga 285 dolar AS), dan Core i5 (dijual di kisaran 199 dolar AS). Ketiganya dalam 1.000 unit pembelian.

Sumber : Vivanews Techno

Kamis, 25 Maret 2010

Phenom II X4 Prosesor Baru Dari AMD


Sudah cukup lama AMD tidak dapat bersaing dengan Intel.Namun sekarang produsen chip terbesar kedua ini meluncurkan prosesor Quad Core Phenom II X4. menurut sebuah sumber yang belum dapat dikonfirmasi, chip 45 nm yang dikenal sebagai “deneb” ini ditawarkan dengan clock 2,8 GHz (untuk seri 920) dan 3 GHz untuk seri 940. Menurut AMD Phenom II bakal lebih cepat 20 persen dibanding pendahulunya. Hasil ini paling tidak ditunjukkan oleh pengujian awal dengan cinebench 2003, phenom II X4 940 bekerja 12 persen lebih sepat dibandingkan Phenom X4 9950-BE dengan clock sebesar 2,6 GHz. Hasil yang sama juga diberikan oleh PCMark05. di sini nilainya meningkat dari 7.597 poin pada Phenom menjadi 9.055 poin pada Phenom II. Varian 940 pada clock yang lebih tinggi. Pun memberikan hasil yang patut diharapkan pada kedua benchmark ini. Dibandingkan dengan Intel core i7, kinerja prosesor baru AMD ini dapat bersaing. Core i7 940 dengan clock yang lebih rendah sedikit kalah pada PCMark05 (8.362 poin) sementara dengan Cinebench, core jelas lebih unggul.

Platform baru untuk Phenom II

Dengan Phenom II AMD bakal menawarkan sebuah platform komputer yang baru, selain CPU baru “Dragon” ini juga dilengkapi dengan chipset AMD 700 dan graphics card Radeon seri 400 platform tersebut untuk pertama kalinya memberikan dukungan terhadap RAM DDR3 dan socket AM3.

Phenom II X4 940 kompatibel dengan solet AM2+ yang lama paling tidak dengan melakukan update BIOS yang sesuai. Varian Phenom II yang bakal direncanakan pada bulan Februari, seperti Tripple-Core Phenom II X3, masih menerapkan motherboard berbasis AM3.

Guide – Overclocking Prosessor Intel Core i7

IMC (Integrated Memory Controller) & Triple Channel DDR3
Perbedaan mendasar antara teknologi Core i7 dengan teknologi Core 2 Duo/Core2 Quad terletak pada IMC (Integrated Memory Controller). Pada Core2 Duo/Core 2 Quad, IMC tertanam di dalam chipset (X38, X48, P45, dan sebagainya). Hal ini menyebabkan kemampuan throughput dari memory sangat tergantung dari kemampuan chipset. Sedangkan pada Core i7, IMC dipindahkan ke prosesor sehingga chipset secara teoritis dapat bekerja lebih ringan dan throughput kecepatan memory bandwidth lebih cepat karena tidak perlu lagi melewati chipset (Northbridge).


Perbedaan arsitektur Core 2 Duo/Core2 Quad dengan Core i7
Front Side Bus 1066, 1333 dan 1600 MHz yang dikenal pada prosessor Core2 Duo/Core2 Quad berganti menjadi QPI (Quick Path Interconnect) pada Core i7. Demikian juga kecepatan FSB yang dulunya maksimal 1.6 GT/s berlipat menjadi 6.4 GT/s. Hal ini dikarenakan kecepatan memory controller internal pada CPU lebih efektif dibandingkan memory controller pada Northbridge, belum lagi ditambah implementasi Triple Channel DDR3 pada platform Core i7. Walaupun, manfaat atau efek implementasi Triple Channel DDR3 ini masih belum begitu signifikan pada aplikasi nyata.

Sebagai tambahan, pada Core i7 Intel kembali mengimplementasikan teknologi Hyperthreading (HT) atau juga dikenal Simultaneous Multi Threading (SMT). Total inti prosessor pada Core i7 berjumlah 4 buah inti (core) dan masing masing inti memiliki SMT, sehingga total ada 8 thread pada sebuah prosessor Core i7.

QPI (Quick Path Interconnect)
QPI adalah kecepatan bus pengganti FSB, kalau FSB adalah jalur transmisi data antara chipset, prosessor dan memory, QPI lebih sederhana lagi. QPI adalah kecepatan transmisi data dari prosessor ke chipset. Bila sebelumnya kita mengenal Northbridge sebagai chipset yang mengatur prosessor, memory dan jalur PCI-E, maka pada Core i7, chipset dikenal dengan nama IOH (Input-Output Hub) yang bertugas sebagai jalur input dan output dari seluruh sistem.

Bclk (CPU Host Frequency) & CPU Multiplier
Total clock atau total frekuensi sebuah prosessor Core i7 adalah hasil dari perkalian CPU Host Frequency (Bclk) dengan CPU Multiplier (CPU Ratio). Sebagai contoh, sebuah prosessor Core i7-965 Extreme Edition memiliki kecepatan sebesar 3.2 GHz, kecepatan ini berasal dari hasil perkalian 24 (CPU Ratio) dengan 133 MHz (Bclk).

24 x 133 MHz = 3192 MHz (dibulatkan menjadi 3200 MHz)

Untuk mengubah settingan ini di dalam BIOS (penulis menggunakan motherboard GIGABYTE EX58-Extreme) masuk ke sub menu M.I.T. Disitu ada pilihan perubahan frekuensi Bclk dari 1 hingga 1200 dan CPU Clock Ratio dari 1x hingga 44x (tergantung dari jenis prosessor yang dipakai). Perubahan pada angka Bclk otomatis akan mengubah frekuensi total prosessor.

Contoh :
24 x 150 MHz = 3600 MHz (3.6 GHz)


Dengan mengubah Bclk (CPU Host Frequency) dari 133 menjadi 150, Anda akan mendapatkan kecepatan prosessor sebesar 3600 MHz (3.6GHz). Nilai ini 400 MHz lebih tinggi dari kecepatan standar prosessor Core i7-965 Extreme Edition.

Khusus untuk Core i7-965 Extreme, overclocking juga dapat dilakukan dengan mengubah nilai CPU Ratio atau CPU Multiplier.

Contoh :

28 x 133 MHz = 3724 MHz (3.724 GHz)


Dengan mengubah nilai CPU Clock Ratio dari 24 menjadi 28, akan didapatkan frekuensi prosessor sebesar 3724 MHz dari kecepatan standar 3200 MHz. Sekali lagi perlu diperhatikan, overclocking dengan mengubah CPU Clock Ratio hanya berlaku untuk prosessor jenis Core i7-965 Extreme. Untuk Core i7-920 dan 940 CPU Clock Ratio tidak dapat diubah ke angka yang lebih tinggi, karena secara fabrikasi Intel telah mengunci CPU Clock Ratio. Untuk Core i7-920 dan 940, overclocking hanya dapat dilakukan dengan mengubah CPU Host Frequency (Bclk).

Perlu diingat, pada kondisi ter-overclock, faktor kestabilan sistem harus diperhatikan. Ketidakstabilan dapat terjadi karena banyak hal, salah satunya diakibatkan kecepatan QPI yang ikut naik (bila Bclk yang dinaikkan), faktor lainnya adalah kecepatan DDR3 dan Uncore Frequency yang ikut naik dari standarnya.

Gambarannya dapat dilihat di bawah ini



QPI standar prosessor Intel Core i7-965 Extreme adalah 6.4 GT/s dengan Bclk sebesar 133 MHz, Uncore Frequency 2.66 GHz dan DDR3 pada kecepatan 1333 MHz. Perhatikan gambar di atas, jika Bclk dinaikkan sebesar 150 MHz akan berdampak pada naiknya frekuensi QPI, Uncore dan DDR3, ketiga komponen ini erat dan saling ketergantungan dengan Bclk. Bila salah satu dari ketiga komponen ini bekerja pada kondisi tidak normal atau pada kecepatan lebih tinggi dari standar dan toleransi telah terlewati akan menyebabkan ketidakstabilan pada system. Contoh ketidakstabilan system berupa restart tanpa sebab, tidak dapat masuk ke operating system, aplikasi sering error dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi ketidakstabilan system teroverlock, disediakan divider atau ratio pada masing masing komponen QPI, Uncore dan DDR3.

About Me

Nama saya Dwi Sugiyanto. Lahir di Jakarta pada 28 Oktober 1990. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Sewaktu duduk di bangku SMP dan SMA saya pernah mendapatkan beasiswa prestasi atas nilai terbaik pada mata pelajaran Komputer. Saat ini saya duduk di bangku kuliah pada salah satu universitas swasta terbaik, yaitu Universitas Gunadarma angkatan 2008/2009, jurusan Sistem Informasi. Banyak hal yang mendukung saya untuk mengambil bidang ini, hobi adalah salah satunya. Saya menyukai bidang ini sejak masih kecil, dimulai dengan permainan atau game pada komputer sampai saat ini, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan IT contohnya komponen-komponen yang terdapat pada PC, perangkat lunak, perangkat keras, sistem operasinya dan lain-lain. Dengan mempelajarinya bisa memuaskan rasa keingintahuan saya.
Selain itu saya juga aktif dalam berorganisasi. Misalnya pada tahun 1997 saya pernah mengikuti event Abang None Jakarta wilayah RW 01/4 Kecamatan Cakung Barat dan berhasil meraih juara 1. Saya juga aktif dalam Formapel (Forum Remaja Peduli Lingkungan) se-Jakarta. Kemudian pada April 2009 saya juga berpatisipasi dalam IT KPU tingkat kecamatan dalam Pilpres putaran pertama, bagian pengentry-an data. Dan sampai sekarang saya juga masih aktif dalam organisasi Karang Taruna.